Senin, 02 Januari 2012

 
positivisme, valid tidaknya suatu pengetahuan validitas metodenya.Dengan demikian, pengetahuan manusia, dan juga mungkinkebenaran itu sendiri, diganti posisinya oleh metodologi yang berbasiskandata yang juga diklaim obyektif murni dan universal. Dan, satu-satunyametodologi yang diakui oleh para pemikir positivisme adalah metode ilmu-ilmu alam yang mengklaim mampu mencapai obyektifitas murni danbersifat universal. Metode-metode lain di luar metode ilmu-ilmu alam inipun dianggap tidak mencukupi.Jadi, yang dimaksud dengan kebenaran menurut pandanganpositivisme adalah kebenaran yang pernah dialami olehpancaindera(empiris), yang realistis dan memiliki fakta-fakta yangsebenarnya. Aliran ini tidak meyakini hal-hal yang berhubungan denganmetafisika ataupun gaib yang tidak disertai dengan fakta-fakta yang ada.Aliran ini hanya meyakini paham-paham realisme, materialismenaturalisme filsafat dan empirisme.Manusia adalah mahluk berfikir yang dengan itu menjadikan dirinyaada. Prof. Dr. R.F Beerling, seorang sarjana Belanda mengemukakanteorinya tentang manusia bahwa manusia itu adalah mahluk yang sukabertanya. Dengan berfikir, dengan bertanya, manusia menjelajahipengembaraannya, mulai dari dirinya sendiri kemudian lingkungannyabahkan kemudian sampai pada hal-hal lain yang menyangkut asal mulaatau mungkin akhir dari semua yang dilihatnya. Kesemuanya itu telahmenempatkan manusia sebagai mahluk yang sedikit berbeda denganhewan. Sebagaimana Aristoteles, filsuf yunani yang lain, mengemukakanbahwa manusia adalah hewan yang berakal sehat, yang mengeluarkanpendapat, yang berbicara berdasarkan akal pikirannya (the animal thatreason). W.E Hacking, dalam bukunya What is Man, menulis bahwa:"tiada cara penyampaian yang meyakinkan mengenai apa yang difikirkanoleh hewan-hewan, namun agaknya aman untuk mengatakan bahwamanusia jauh lebih berfikir dari hewan manapun. Ia menyelenggarakanbuku harian, memakai cermin, menulis sejarah......."William P. Tolley, dalam bukunya Preface To Philosophy A TexBook, mengemukakan bahwa "our question are endless,......what is aman, what is a nature, what is a justice, what is a god ? Berbeda denganhewan, manusia sangat concern mengenai asal mulanya, akhirnya,maksud dan tujuannya, makna dan hakikat kenyataan. ....Mungkin saja iaadalah anggota marga satwa, namun ia juga adalah warga dunia idea dannilai ...."Dengan menempatkan manusia sebagai hewan yang berfikir,berintelektual dan berbudaya, maka dapat disadari kemudian bila padakenyataannya manusialah yang memiliki kemampuan untuk menelusurikeadaan dirinya dan lingkungannya. Manusialah yang membiarkanfikirannya mengembara dan akhirnya bertanya. Berfikir adalah bertanya,bertanya adalah mencari jawaban, mencari jawaban adalah mencarikebenaran; mencari jawaban tentang alam dan Tuhan adalah mencari
 
kebenaran tentang alam dan Tuhan. Dari proses tersebut lahirlahpengetahuan, teknologi, kepercayaan (atau mungkin agama ??)Lalu apakah kebenaran itu ? atau apakah atau keadaan yangbagaimanakah yang dapat disebut benar ?Sulit untuk mengatakan apakah ketiga teori tentang kebenarantersebut diatas adalah bertentangan atau saling melengkapi. Namun yangpasti, seharusnya kebenaran tidaklah menjadi klaim salah satu golongansaja. Sebagaimana Harold H. Titus mengatakan "The way of knowledgemay be many rather then one ". Proses berfikir tidak boleh berhenti padasatu hal yang kelihatannya sudah pantas untuk diyakini, karena ketikakeyakinan akan suatu obyek mulai tumbuh, maka seiring dengan ituproses berfikir tentang obyek tersebutpun akan berhenti. Keyakinanadalah penjara kebebasan berfikir, dan tulisan inipun dibuat agar pembacaterus berfikir.Marxis, dalam sebuah penjelasannya mengungkapkan "apabilasensasi kita, persepsi kita, konsep dan teori kita bersesuaian denganrealitas obyektif, apabila itu semua mencerminkannya dengan cermat,maka kita katakan semua itu benar; pernyataan, putusan dan teori yangbenar kita sebut kebenaran".
3.1.1. AGAMA
Apakah agama dapat dikatakan sebuah kebenaran ? Ataukahagama adalah suatu bentuk terakhir yang bisa diwujudkan manusia ataskegagalannya mendefinisikan sesuatu?Golongan atheis menuduhkan pernyataan yang kedua bagi agama-agama. Sementara disisi lain, kebenaran agamapun masih menjadi klaimdan rebutan masing-masing pemeluknya. Masih sering terdengaungkapan kesombongan dari pemeluk suatu agama bahwa agamanyaadalah yang terbaik dan paling benar, yang ia sendiri lupa bahwaseharusnya kebenaran tersebut hanyalah menjadi milik Tuhan yang iapuja. Bahkan ada kesengajaan secara sistemik mengajarkan kepadapemeluknya tentang perbedaan agama-agama. Ada yang disebut agamalangit (samawi) dan ada agama bumi. Agama samawi adalah agama yangdiwahyukan oleh Tuhan (tentu saja dengan penjelasan lebih lanjut bahwasatu-satunya agama samawi adalah agama yang mereka anut).Sedangkan agama bumi adalah agama yang dilahirkan oleh cita-karsaatau kebudayaan manusia.....dan menjadi sangat memprihatinkan ketikafaham tersebut akhirnya menghegemoni pemeluknya sampaimenghilangkan sisi logika yang seharusnya menjadi ciri khas setiapmanusia. Inilah yang penulis maksud diatas, keyakianan adalah penjarakebebasan fikiran sebagai sesuatu hal yang berbahaya.Bila kemudian kita mencoba menoleh pada berbagai teori kebenarandiatas, hal manakah yang bisa disebut kebenaran ? Sulit mencar

Tidak ada komentar: