BAB IIIKEBENARAN ILMU MENURUT PANDANGAN POSITIVISME3.1. TEORI TENTENG KEBENARAN
Teori Tentang Kebenaran Beberapa teori telah dilahirkan untukmencoba mendekati arti dari kebenaran yang dimaksud. Beberapa teoriitu adalah:A.Teori Korespondensi :"Kebenaran/keadaan benar itu berupa kesesuaian antara arti yangdimaksud oleh sebuah pendapat dengan apa yang sungguh merupakanhalnya/faktanya" (L. O. Kattsoff)Jadi berdasarkan teori korespondensi ini, kebenaran/keadaanbenar itu dapat dinilai dengan membandingkan antara preposisi denganfakta atau kenyataan yang berhubungan dengan preposisi tersebut. Biladiantara keduanya terdapat kesesuaian (korespondence), maka preposisitersebut dapat dikatakan memenuhi standar kebenaran/keadaan benar.B. Teori Konsistensi :"Kebenaran tidak dibentuk atas hubungan antara putusan (judgement)dengan sesuatu yang lain, yaitu fakta dan realitas, tetapi atas hubunganantara putusan-putusan itu sendiri " (A.C. awing, The FundamentalQuestion of Philosophy).Teori konsistensi melepaskan hubungan antara putusan denganfakta dan realitas, tetapi mencari kaitan antara satu putusan denganputusan yang lainnya, yang telah ada lebih dulu dan diakui kebenarannya.Kebenaran menurut teori konsistensi bukan dibuktikan denganfakta/realitas, tetapi dengan membandingkannya dengan putusan yangtelah ada sebelumnya dan dianggap benar. Bila sebuah putusanmengatakan bahwa Mahatma adalah ayah Rajiv, dan putusan keduamengatakan bahwa Rajiv memiliki anak bernama Sonia, maka sebuahputusan baru yang mengatakan Sonia adalah cucu Mahatma dapatdikatakan benar, dan putusan tersebut adalah sebuah kebenaran.C. Teori Pragmatis :"Suatu preposisi adalah benar sepanjang preposisi tersebut berlaku(works), atau memuaskan (satisfied); berlaku dan memuaskannya itudiuraikan dengan berbagai ragam oleh para penganut teori tersebut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar