Sabtu, 28 Januari 2012

pesan aku untuk mu cyank

aku tau penyebab penyakit kamu ... kamu sakit karna ku ..siang mlm tlvon ma kmu trus .dan badan kmu jadi letih dan kurng istirahat ... dokter yang bilng kaya gtu ma kamu .. dan ada orng yang nyampain ma aku ....
setiap aku nlvon kamu kamu nggak mau angkt pasti orng tua kamu ..dan kalau da temn kamu nlvon pasti kamu anggkt.Dan kamu nggak mau bilng ma aku karna kamu takut ma aku, dan gara² itu kita putus ntar...
Dan aku niat dari hati kecil aku aku akan jenguk kamu sakit kesana siap ujian cyank tapi aku dengar kata orng yng bilng kaya gtu ma aku cyank aku jadi tautr kesana cyank ntr aku di marhin ma keluarga kamu cyank ...
tapi aku laki² aku akan tbus rasah berslah aku cyank ma kamu ///...

dan kata dokter gara² kurng istrahat  dan nlvon ma aku ...aku ngertiin dan aku maklumin kok cyank...
tapi aku mintak ma kamu jangan sampai putus hubungan kita.tapi kalau keluarga kamu yang lrng kamu ma aku berhubungan ya aku tak dapt pksa kamu cyank ..lebih baik kmu ngikut ortu kamu cyank karna ortu itu adlah surga bagi mu cyank .. walapun kita putus cyank aku akan setia menunggu mu cyank ....
sekrng jarak yang memisahkan kita cyank tapi hati dan mata kita selalu dekat cyank ///...
dan aku nlvon ma kamu trus itu karna kita nggak bisa ketemuan untuk bermain cyank..

aku ngertiin kamu kok cyank sampai kamu sembuh cyank ...
dan aku nggak mau liht kamu sakit cyank .... 
aku nggak mau cintah kita kendas di tengh jln cyank  dan aku juga ngak mau kehilangan mu cyank ..
walapun kita putus cyank tapi kamu hrus ingat pesan yang aku sampain ma kamu cyank ..rajin sholat dan kuliah ,kuliah kamu tu untuk masa depan kamu ma anak kamu dan suami kamu cyank walaupun nggak sama aku cyank.. dan janagn la kamu memandang seorng itu dari segi fisik nya liht la dari batin nya ,,... karna cinta itu bukn cintah harata tapi cinta itu cintai lah hati nya ...  karna cinta akan bersemi kalau kita satu hati(one heart ).
walapun kita sepring berdua dan itu membuat kita bahagia... kalau kita bahagia apa pun yang kita mintak atau ingin kan akan di kbulkan ...

cepat la kamu cyank ....
aku cinta kamu cyank dan aku akan menerima kamu apa ada nya cyank
         i love you elissa (bundha) 
        be my ne forever
                                                                 salova
Dari ayah/arpan dealova untuk mu bundha elissa

Senin, 02 Januari 2012


 
BAB IIIKEBENARAN ILMU MENURUT PANDANGAN POSITIVISME3.1. TEORI TENTENG KEBENARAN
Teori Tentang Kebenaran Beberapa teori telah dilahirkan untukmencoba mendekati arti dari kebenaran yang dimaksud. Beberapa teoriitu adalah:A.Teori Korespondensi :"Kebenaran/keadaan benar itu berupa kesesuaian antara arti yangdimaksud oleh sebuah pendapat dengan apa yang sungguh merupakanhalnya/faktanya" (L. O. Kattsoff)Jadi berdasarkan teori korespondensi ini, kebenaran/keadaanbenar itu dapat dinilai dengan membandingkan antara preposisi denganfakta atau kenyataan yang berhubungan dengan preposisi tersebut. Biladiantara keduanya terdapat kesesuaian (korespondence), maka preposisitersebut dapat dikatakan memenuhi standar kebenaran/keadaan benar.B. Teori Konsistensi :"Kebenaran tidak dibentuk atas hubungan antara putusan (judgement)dengan sesuatu yang lain, yaitu fakta dan realitas, tetapi atas hubunganantara putusan-putusan itu sendiri " (A.C. awing, The FundamentalQuestion of Philosophy).Teori konsistensi melepaskan hubungan antara putusan denganfakta dan realitas, tetapi mencari kaitan antara satu putusan denganputusan yang lainnya, yang telah ada lebih dulu dan diakui kebenarannya.Kebenaran menurut teori konsistensi bukan dibuktikan denganfakta/realitas, tetapi dengan membandingkannya dengan putusan yangtelah ada sebelumnya dan dianggap benar. Bila sebuah putusanmengatakan bahwa Mahatma adalah ayah Rajiv, dan putusan keduamengatakan bahwa Rajiv memiliki anak bernama Sonia, maka sebuahputusan baru yang mengatakan Sonia adalah cucu Mahatma dapatdikatakan benar, dan putusan tersebut adalah sebuah kebenaran.C. Teori Pragmatis :"Suatu preposisi adalah benar sepanjang preposisi tersebut berlaku(works), atau memuaskan (satisfied); berlaku dan memuaskannya itudiuraikan dengan berbagai ragam oleh para penganut teori tersebut
 
manusia dari reduksi pengetahuan tentang dunianya ke dalam data-dataempiris dan analisis-analisis logis semata, sekaligus memberi ruang untukpengetahuan yang secara dialektis mampu mencakup keseluruhan (hal.226).Yang kedua, refleksi yang dilakukan Mikhael Dua ini juga dapatmembantu kita untuk menempatkan kembali ilmu pengetahuan di dalamtotalitas kehidupan manusia yang pada hakekatnya bersifat dialektis.“Tidak ada sebuah teori”, demikian tulisnya, “yang berdiri sendiri tanpadilihat dalam kerangka dialektis tersebut… dengan teori-teori yang lain.”(hal. 240)Bagaimanapun, ilmu pengetahuan adalah bagian dari totalitaskehidupan manusia, dan oleh karenanya juga tidak luput dari cacat-cacatyang pada akhirnya bisa menghancurkan manusia itu sendiri. Refleksimetodologis terhadap ilmu pengetahuan sangatlah perlu, sehingga kitabisa secara kritis menanggapi berbagai isu –isu yang tentang ilmupengetahuan yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat, mulai darivaliditas suatu teori ilmiah, sampai dampak ilmu pengetahuan bagitotalitas kehidupan manusia
 
BAB IVKESIMPULAN
Kebenaran menurut pandangan positivisme adalah dikatakan benar apabila sesuai kenyataan, dan ada fakta pendukungnya serta bersifatempirisme. Didalam filsafat, positivisme sangatlah dekat denganempirisme, yakni paham yang berpendapat bahwa sumber utamapengetahuan manusia adalah pengalaman inderawi. Artinya, manusiatidak bisa mengetahui sesuatu apapun, jika ia tidak mengalaminya terlebihdahulu secara inderawi.Secara umum, para penganut paham positivisme memiliki minatkuat terhadap sains dan mempunyai sikap skeptis terhadap ilmu agamadan hal-hal yang berbau metafisika. Mereka meyakini bahwa semua ilmupengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan faktayang jelas. Sehingga, penganut paham ini mendukung teori-teori pahamrealisme, materialisme naturalisme filsafat dan empirisme
 
DAFTAR PUSTAKA
Suriasumantri, Junjun S. 2003.
 Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer 
, Jakarta:Pustaka Sinar Harapanhttp//www.wikipedia.com 2008http//www.google.co.id 2008
 

 
korespondensi antara pernyataan dalam ayat-ayat suci dengan fakta danrealitas, sebab akan selalu saja ada hal yang sulit dijelaskan dengan faktatetapi harus diyakini, meskipun tidak selamanya demikian. Itulah salahsatu prinsip theologi yang tak bisa dihindarkan. Sementara ketika kitamencoba menerapkan teori kebenaran konsistensi, menjadi sangat sulitkarena putusan sebelumnya akan selalu dapat diragukan/dibantah,sehingga tidak dapat menjadi acuan yang cukup untuk membuahkanputusan-putusan baru. Putusan-putusan sebelumnya juga berupa konseptheologi.Mungkin yang paling menarik adalah teori pragmatis. Kelihatannyadengan teori yang cukup radikal ini (berani membuang fakta, realitas danputusan sebelumnya) kita dapat menemukan sesuatu yang sedikitmemuaskan (satisfies); "Suatu preposisi adalah benar sepanjangpreposisi tersebut berlaku (works), atau memuaskan (satisfied); berlakudan memuaskannya itu diuraikan dengan berbagai ragam oleh parapenganut teori tersebut " Pertanyaannya sekarang, apakah kita merasaagama yang kita anut berguna atau memuaskan buat kita? (tentu sajapenilaian ini menjadi sangat subjektif). Bila jawabannya ya, maka agamatersebut adalah sebuah kebenaran, namun sebaliknya jika jawabannyatidak, maka agama yang kita anut bukanlah kebenaran. Nah ....!Kedengarannya sebuah pernyataan yang terlalu prematur danmengada-ada. Namun sekali lagi, tulisan ini hanya dibuat dengan asumsibahwa yang membacanya pastilah manusia, yang menurut uraianberbagai ahli dibagian awal tulisan ini disebut sebagai mahluk yang selaluberfikir, bertanya dan berusaha untuk mencari kebenaran. Termasukmencari makna benar dari kebenaran itu sendiri. Apakah kita sudahmenyadari hakikat diri kita sendiri, kerendah-hatian ataupun kesombongankita ? Maka teruslah berfikir, tanpa harus menghilangkan keyakinan-keyakinan yang sudah ada. Hanya berfikir jernih terhadap sesuatu yangtelah diyakini bukanlah sesuatu yang tabu apalagi dosa. Semoga kitamasih menjadi manusia yang tak segan untuk berfikir dan bertanya.Manusia hanya berhak berteori dan berusaha mencari, tapi sesungguhnyaapakah, dimanakah dan milik siapakah kebenaran tersebut?Mazhab Positivisme mendapatkan kritikan dan sanggahan yangberat dari pendukung-pendukungnya sendiri, seperti Wittgenstein danPoper, dibawah ini akan diungkapkan sebagian dari kritikan-kritikanmereka: Teori evolusi dan tiga tahapan dari Agust Comte sama sekali tidakmemiliki bukti sejarah yang otentik dan argumen keilmuan yang akurat,landasan ketidakbenaran teori tersebut adalah karena menghubungkantahapan-tahapan sejarah dari sistem masyarakat Eropa pada zaman itudan kemudian menggeneralisasikan pada seluruh tahapan sejarah dunia.Di samping itu, dalam filsafat ilmu kontemporer para ilmuwan telahmembahas dan mengkaji tentang kebutuhan ilmu terhadap filsafat danpengaruh metafisika terhadap teori-teori ilmu.Demikian pula asas Positivisme tentang tolok ukur kebenaranproposisi yang menetapkan bahwa proposisi hanya memiliki makna
 
(kebenaran) apabila dapat dieksperimenkan dan diobservasi. Danproposisi-proposisi yang non-empiris dikatakan tidak bermaknasebenarnya tidak berangkat dari asas analisis dan tautologi (kebenarantampak dari dirinya sendiri) dan juga bukan berdasarkan sintetis yangdapat dibuktikan dengan penyaksian dan eksperimen. Kaum Positivismememandang bahwa seluruh proposisi-proposisi metafisika tidakbermakna; padahal sebagian dari proposisi tersebut bersifat analitik,seperti: setiap akibat membutuhkan sebab; sedangkan menurut merekaproposisi-proposisi analitik adalah bermakna. Menurut mazhab ini, secaraprinsipil proposisi-proposisi agama tidak sampai pada tahapan yang benar dan bohong, oleh karena itu, penegasian benar dan bohong daripendukung mazhab ini yang dinisbahkan terhadap proposisi-proposisiagama adalah tidak bermakna. Kritikan kita yang paling mendasar terhadap Positivisme adalah menyangkut masalah-masalah yang prinsipildan berasas. Di samping kita mengakui kebenaran metode empiris jugamemandang sah metode logikal dan rasional dalam meraih makrifat. Kitamemandang benar semua metode logikal, rasional, syuhudi, naqli (tekssuci) dan sejarah. Setelah kami menampilkan dua bentuk pendekatan danteori terhadap bahasa agama yang terdapat dalam teologi dan filsafatKristen dan Barat, untuk tidak larut dalam pembahasan yangberkepanjangan, maka kami cukupkan pengenalan terhadapnya denganmenggunakan dua pendekatan dan teori tersebut. Kendatipun padahakikatnya pembahasan bahasa agama yang ada pada teologi dan filsafatKristen dan Barat ini adalah jauh lebih luas serta sangat kompleks (masihterdapat berbagai aliran dan pandangan, seperti teori analitik bahasa, teorisimbolik, teori permainan bahasa (language game) dan?), bahkan bolehdikatakan bahwa hingga sekarang ini, pembahasan tersebut belum tuntasdan masih belum ditemukan pemecahannya yang akurat yang bebas dariberbagai kelemahan dan kritikan. Adapun dalam teologi dan filsafat Islammeskipun pembahasan ini tidak begitu luas dan tidak terdapat berbagaialiran dan pandangan, akan tetapi berkat kemurnian dan keorisinalanajaran Islam (kitab suci al-Qur'an) serta ilham dan petunjuk yangdidapatkan oleh para teolog dan filosof Islam dari kitab suci tersebutsehingga menyebabkan pandangan dan pemikiran mereka dalammasalah ini mengarah pada kesatuan dan keselarasan universal(misalnya mereka berpandangan bahwa proposisi-proposisi agamaadalah bermakna), walaupun masih terdapat perbedaan secara partikular,misalnya perdebatan tentang sifat-sifat Tuhan dan sifat-sifat makhluk-Nyaapakah bersifat homonim atau univokal.Tokoh-tokoh yang menganut paham positivisme logis ini antara lainMoritz Schlick, Rudolf Carnap, Otto Neurath, dan A.J. Ayer. Karl Popper,meski awalnya tergabung dalam kelompok Lingkaran Wina, adalah salahsatu kritikus utama terhadap pendekatan neo-positivis ini
 
positivisme, valid tidaknya suatu pengetahuan validitas metodenya.Dengan demikian, pengetahuan manusia, dan juga mungkinkebenaran itu sendiri, diganti posisinya oleh metodologi yang berbasiskandata yang juga diklaim obyektif murni dan universal. Dan, satu-satunyametodologi yang diakui oleh para pemikir positivisme adalah metode ilmu-ilmu alam yang mengklaim mampu mencapai obyektifitas murni danbersifat universal. Metode-metode lain di luar metode ilmu-ilmu alam inipun dianggap tidak mencukupi.Jadi, yang dimaksud dengan kebenaran menurut pandanganpositivisme adalah kebenaran yang pernah dialami olehpancaindera(empiris), yang realistis dan memiliki fakta-fakta yangsebenarnya. Aliran ini tidak meyakini hal-hal yang berhubungan denganmetafisika ataupun gaib yang tidak disertai dengan fakta-fakta yang ada.Aliran ini hanya meyakini paham-paham realisme, materialismenaturalisme filsafat dan empirisme.Manusia adalah mahluk berfikir yang dengan itu menjadikan dirinyaada. Prof. Dr. R.F Beerling, seorang sarjana Belanda mengemukakanteorinya tentang manusia bahwa manusia itu adalah mahluk yang sukabertanya. Dengan berfikir, dengan bertanya, manusia menjelajahipengembaraannya, mulai dari dirinya sendiri kemudian lingkungannyabahkan kemudian sampai pada hal-hal lain yang menyangkut asal mulaatau mungkin akhir dari semua yang dilihatnya. Kesemuanya itu telahmenempatkan manusia sebagai mahluk yang sedikit berbeda denganhewan. Sebagaimana Aristoteles, filsuf yunani yang lain, mengemukakanbahwa manusia adalah hewan yang berakal sehat, yang mengeluarkanpendapat, yang berbicara berdasarkan akal pikirannya (the animal thatreason). W.E Hacking, dalam bukunya What is Man, menulis bahwa:"tiada cara penyampaian yang meyakinkan mengenai apa yang difikirkanoleh hewan-hewan, namun agaknya aman untuk mengatakan bahwamanusia jauh lebih berfikir dari hewan manapun. Ia menyelenggarakanbuku harian, memakai cermin, menulis sejarah......."William P. Tolley, dalam bukunya Preface To Philosophy A TexBook, mengemukakan bahwa "our question are endless,......what is aman, what is a nature, what is a justice, what is a god ? Berbeda denganhewan, manusia sangat concern mengenai asal mulanya, akhirnya,maksud dan tujuannya, makna dan hakikat kenyataan. ....Mungkin saja iaadalah anggota marga satwa, namun ia juga adalah warga dunia idea dannilai ...."Dengan menempatkan manusia sebagai hewan yang berfikir,berintelektual dan berbudaya, maka dapat disadari kemudian bila padakenyataannya manusialah yang memiliki kemampuan untuk menelusurikeadaan dirinya dan lingkungannya. Manusialah yang membiarkanfikirannya mengembara dan akhirnya bertanya. Berfikir adalah bertanya,bertanya adalah mencari jawaban, mencari jawaban adalah mencarikebenaran; mencari jawaban tentang alam dan Tuhan adalah mencari
 
kebenaran tentang alam dan Tuhan. Dari proses tersebut lahirlahpengetahuan, teknologi, kepercayaan (atau mungkin agama ??)Lalu apakah kebenaran itu ? atau apakah atau keadaan yangbagaimanakah yang dapat disebut benar ?Sulit untuk mengatakan apakah ketiga teori tentang kebenarantersebut diatas adalah bertentangan atau saling melengkapi. Namun yangpasti, seharusnya kebenaran tidaklah menjadi klaim salah satu golongansaja. Sebagaimana Harold H. Titus mengatakan "The way of knowledgemay be many rather then one ". Proses berfikir tidak boleh berhenti padasatu hal yang kelihatannya sudah pantas untuk diyakini, karena ketikakeyakinan akan suatu obyek mulai tumbuh, maka seiring dengan ituproses berfikir tentang obyek tersebutpun akan berhenti. Keyakinanadalah penjara kebebasan berfikir, dan tulisan inipun dibuat agar pembacaterus berfikir.Marxis, dalam sebuah penjelasannya mengungkapkan "apabilasensasi kita, persepsi kita, konsep dan teori kita bersesuaian denganrealitas obyektif, apabila itu semua mencerminkannya dengan cermat,maka kita katakan semua itu benar; pernyataan, putusan dan teori yangbenar kita sebut kebenaran".
3.1.1. AGAMA
Apakah agama dapat dikatakan sebuah kebenaran ? Ataukahagama adalah suatu bentuk terakhir yang bisa diwujudkan manusia ataskegagalannya mendefinisikan sesuatu?Golongan atheis menuduhkan pernyataan yang kedua bagi agama-agama. Sementara disisi lain, kebenaran agamapun masih menjadi klaimdan rebutan masing-masing pemeluknya. Masih sering terdengaungkapan kesombongan dari pemeluk suatu agama bahwa agamanyaadalah yang terbaik dan paling benar, yang ia sendiri lupa bahwaseharusnya kebenaran tersebut hanyalah menjadi milik Tuhan yang iapuja. Bahkan ada kesengajaan secara sistemik mengajarkan kepadapemeluknya tentang perbedaan agama-agama. Ada yang disebut agamalangit (samawi) dan ada agama bumi. Agama samawi adalah agama yangdiwahyukan oleh Tuhan (tentu saja dengan penjelasan lebih lanjut bahwasatu-satunya agama samawi adalah agama yang mereka anut).Sedangkan agama bumi adalah agama yang dilahirkan oleh cita-karsaatau kebudayaan manusia.....dan menjadi sangat memprihatinkan ketikafaham tersebut akhirnya menghegemoni pemeluknya sampaimenghilangkan sisi logika yang seharusnya menjadi ciri khas setiapmanusia. Inilah yang penulis maksud diatas, keyakianan adalah penjarakebebasan fikiran sebagai sesuatu hal yang berbahaya.Bila kemudian kita mencoba menoleh pada berbagai teori kebenarandiatas, hal manakah yang bisa disebut kebenaran ? Sulit mencar